![]() |
| Kartun Kampanye (sumber gambar : www.merdeka.com) |
Partai politik merupakan sarana untuk menyalurkan hak berpolitik bagi setiap warga Negara, tak terkecuali mahasiswa. Saat ini muncul Fenomena banyaknya Mahasiswa masuk dalam Parpol. Lalu, Apakah Parpol yang masuk ke ranah mahasiswa atau mahasiswa yang masuk ke ranah parpol???
Saat ini banyak Parpol masuk ke ranah mahasiswa melalui organisasi mahasiswa yang mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan Parpol misalnya, secara historis anggota atau petinggi Parpol pernah menjadi aktivis di organisasi mahasiswa tersebut, maka secara tidak langsung mantan aktivis yang telah sukses tersebut biasanya akan menjalin komunikasi dengan mahasiswa di organisasi yang pernah digawanginya. Namun hal ini tidak serta merta menjadi dasar keikutsertaan mahasiswa dalam partai politik, ada juga masuk dalam Parpol karena berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh Parpol. Fasilitas yang didapakan berupa beking politik, akses politik melalui Parpol, akses informasi, bahkan kebutuhan hidup mahasiswa.
Mahasiswa masuk dalam partai politik sebenarnya sah-sah saja, tidak ada peraturan yang melarang hal itu, Namun jika di lihat dari sisi etika hal ni kurang pantas, karena mahasiswa yang seharusnya sebagai agen of control akan terancam terbadaikan fungsinya akibat politic transaksional. Apalagi kesan partai politik dimasyarakat saat ini sebagai lembaga yang syarat akan kepentingan, uang dan kekuasaan.
Adapun jika mahasiswa mempunyai pemahaman, visi, maupun ideologi dengan salah satu Parpol ada baiknya tetap menjaga jarak apalagi masuk menjadi pengurus Parpol. ketika mahasiswa masuk dalam partai politik tentunya mahasiswa yang seharusnya berfikir kritis dalam menghadapiproblem yang berkaitan dengan parpol, maka fungsi kontrol itu akan surut akibat conflic of interest.
Acuh tak acuh terhadap Parpol saya kira juga bukan sebuah solusi yang benar bagi mahasiswa. Bagaimana mahasiswa akan menyalurkan hak berpolitiknya jika tidak peduli akan adanya Parpol. Yang penting saat ini bagaimana mahasiswa menjaga independensinya, sehingga mahasiswa tidak terikut dalam gelombang arus politik. yang syarat akan kepentingan. Dan tetap bisa berteriak "mana yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar".

+ komentar + 1 komentar
Kak izin share potonya yah
Posting Komentar