/

Bersyurkurlah Kau Hidup




Ilustrasi gadis kecil (sumber gambar : vemale.com)

Surabaya-Minggu 5 Juli 2015. Terik matahari menyengat, hiruk pikuk masyarakat datang dan pergi berbelanja di stand bazaar barang murah ramadhan. Kali ini aku mengikuti acara sosial komunitas Lentera Harapan di Putat Jaya, Surabaya. Daerah ini dulunya lebih dikenal sebagai kawasan lokalisasi dolly. Lokalisasi tempat para kupu-kupu malam yang konon katanya terbesar di Asia Tenggara.

Ketika aku sedang duduk disebuah batu besar di sekitar lokasi bazaar, tampak seorang anak kecil menggunakan Egrang (sebutan tongkat pembantu berjalan) mendekatiku. Aku lihat ia hanya mempunyai satu kaki. Entah apa yang terjadi pada kaki anak itu hingga ia kehilangan salah satu organ pentingnya.

Lalu aku bertanya “apakah adek sudah belanja, mana ibunya?”. Anak kecil itu menjawab “ibuku sudah tiada”. Lalu muncullah kakak anak tadi yang kira-kira seumuran anak sekolah dasar. Lalu anak itupun pergi dengan dengan wajah ceria. Nampaknya gadis pengguna egrang tadi menunggu sang kakak yang sedang berbelanja untuk pulang bersama.

Seketika itu terlintas dibenakku, apakah selama ini aku banyak mengeluh tentang pahitnya hidup. Lalu bagaimana anak itu, bagaimana ia menanggung beban hidup diusia dini yang mungkin jauh dari apa yang pernah kita pikul. Mungkinkah selama ini kepongahan hidup telah menutup mata hati hingga lupa sekedar untuk mengucap syukur. (Inspirasia abc)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website Copyright © 2011. achmad bukhori - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger