/

Partai Politik, Antara Kendaraan Politik dengan Mesin Pengkaderan

Parpol Peserta Pemilu (sumber gambar : www.beritajateng.net)


Tegas, adil, mandiri, kaya, ketauladanan, punya pendukung organisasi (teman), berjiwa besar, punya integritas, cerdas berpolitik, punya jiwa leadership,  berjiwa manajer, berjiwa melayani,  dan agamis,  menjadi parameter karakter pemimpin ideal saat ini. Karakter tersebut bisa dibentuk atau direkayasa ataupun secara alami sudah dimiliki dan melekat dalam diri seseorang. Ada perbedaan mendasar bagaimana menilai karakter seseorang apakah alami ataukah hasil rekayasa, biasanya karakter seseorang yang direkayasa tidak akan bertahan lama jika bukan karakter dirinya. Namun jika karakter itu secara alami sudah melekat dalam diri seseorang maka karakter-karakter tersebut akan dominan muncul di berbagai sisi kehidupannya baik ada jabatan ataupun tidak.

Karakter seseorang ataupun dalam hal ini pemimpin bukanlah dicetak secara instan melalui seminar, pelatihan dsb, karena karakter pemimpin adalah  hasil dari sebuah proses panjang dalam perjalanan kehidupan yang akan membekas dalam dirinya. Karakter dipengaruhi oleh pendidikan, keluarga maupun lingkungan sekitar. Dalam mencari sosok pemimpin yang ideal maka karakter-karakter seperti diatas harus ditanamkan sedari dini.

Partai Politik sebagai instrumen demokrasi mempunyai andil besar dalam pembentukan karakter tersebut. partai politik tidak boleh dipandang sebagai kendaraan politik semata tetapi mempunyai peran penting sebagai school of leadership. Bicara realita saat ini memang sedikit sekali Parpol yang masih menjalankan  fungsi pengkaderan, hanya Parpol tertentu yang menjadikan ideologi sebagai dasar gerakannya yang masih melakukan fungsi tersebut. Dengan banyaknya Parpol yang mengabaikan fungsi pengkaderan maka menjadi ancaman serius bagi upaya perbaikan bangsa. Parpol hanya dianggap sebagai media pendulang suara semata demi mensukseskan calon pemimpin berduit saja.

Pembentukan karakter calon pemimpin harus menjadi tanggung jawab semua elemen, dimana masing-masing elemen mempunyai andil yang besar, baik Keluarga, Lingkungan, Sekolah, ataupun Parpol harus menjalankan fungsi tersebut. Harapannya tercetak generasi-generasi penerus bangsa yang berkarakter demi menyelesaikan problematika bangsa ini dalam hal ini adalah Caleg yang berkarakter. berikut Langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan dalam menunjang upaya pembentukan karakter:
  1.  Membentuk sistem pendidikan yang bermutu sehingga akan membentuk manusia yang  berkarakter tegas, berjiwa besar, cerdas, berjiwa manajer, dan agamis. Untuk menjadi kaya, ketauladanan, punya pendukung organisasi, bisa dibentuk apabila karakter-karakter pokok tersebut sudah melekat dalam dirinya.
  2. Membuat regulasi yang mengatur sistem perekrutan partai menjadi semakin ketat terutama terkait dengan penjaringan berdasarkan kapasitas dan capabilitasnya.
  3. Revitalisasi fungsi partai politik sebagai media pendidikan berpolitik masyarakat dan tidak hanya sebagai mesin pendulang suara saja.
  4. Memberikan pendidikan politik pada masyarakat melalui media terutama terkait dengan karakteristik pemimpin ideal.
  5.  Uji publik sebagai sarana untuk mengenalkan calon pemimpin kepada masyarakat.
  6.  Menuntut adanya komitmen bagi calon anggota legislatif agar waktu reses harus menemui konstituen secara langsung, sehingga masyarakat dapat menilai sejauh mana kontribusi pemimpin yang mereka pilih.

Dengan langkah-langkah diatas harapannya orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan baik di legislatif, eksekutif, maupun yudikatif  dapat benar-benar menjalankan perannya dan menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat. Serta dapat merumuskan solusi-solusi problematika ummat, merumuskan dan menjalankan fungsinya untuk pembangunan bangsa.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website Copyright © 2011. achmad bukhori - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger