/

“Kesatuan Aksi” Mahasiswa Muslim Indonesia untuk Indonesia

aksi mahasiswa


Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau biasa disingkat KAMMI merupakan gerakan mahasiswa yang lahir sebagai jawaban atas tuntutan reformasi. Dalam tubuh KAMMI mengalir darah para perjuang yang haus akan perubahan. Ruh perjuangan ini tercermin dari nama gerakan itu sendiri yaitu “Kesatuan Aksi” identik dengan sesuatu yang bersatu dan terus bergerak. KAMMI dituntut terus bergerak karena  KAMMI lahir dari rahim perjuangan mahasiswa yang dekat dengan arus perubahan. Maka dari itu gerakan KAMMI tak bisa terlepaskan dari arus perubahan. Perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan yang mempunyai dampak atau pengaruh pada kesejahteraan masyarakat.

KAMMI sebagai gerakan mahasiswa yang mempunyai beban moral untuk  membantu dan mempercepat berbagai penyelesaikan problematika bangsa Indonesia. Rakyat sangat berharap bahwa KAMMI mampu meneruskan perjuangan dalam merealisasikan cita-cita reformasi yang belum terselesaikan. Kontribusi KAMMI tentu melalui gerakan mahasiswa jalanan yang kini sudah bertransformasi menjadi gerakan pembangunan. Sebagai Harakatul Tajnid KAMMI diharapkan mempersiapkan kader-kader unggul penerus yang dapat membantu memajukan bangsa nantinya  sedangkan  sebagai Harakatul Amal  harapannya KAMMI dapat mengerahkan segala potesinya untuk membantu mengurai berbagai problematika bangsa yang membelit saat ini. Jika perubahan atau keberadaan KAMMI tak berdampak pada masyarakat maka menjadi pertanyaan adalah masihkah ada “Ruh” perjuangan KAMMI.

KAMMI hadir hampir diseluruh pelosok negeri ini dengan berbagai program sosial kemasyarakatannya. Beberapa diantaranya sempat tenar dan menjadi  Trending Topic yaitu Gerakan KAMMI Mengajar atau disingkat GKM. Gerakan yang digagas KAMMI Jogja ini sempat menarik perhatian publik dan diundang oleh salah satu Reality Show di stasiun televisi nasional.  Gerakan KAMMI Mengajar ini dimotori oleh kader-kader KAMMI Jogja yang waktu itu fokus pada pendampingan dan rekonstruksi masyarakat korban erupsi Gunung Merapi. GKM menjadi bentuk manifestasi pengabdian KAMMI pada rakyat Jogja bahkan Indonesia. Masih banyak Gerakan sosial yang KAMMI gawangi namun belum ter-blow up ke media.

Gerakan sosial yang dikelola KAMMI menjadi wadah aktualisasi diri para kader yang memiliki kecenderungan terhadap kegiatan sosial masyarakat. Gerakan sosial ini pula sebagai wujud nyata pengabdian/kontribusi KAMMI terhadap rakyat. Selain gerakan sosial, kontribusi lainnya yaitu pada gerakan politik. KAMMI berfungsi sebagai gerakan politik ekstra parlementer, dimana KAMMI tidak terlibat dalam politik praktis namun KAMMI terlibat dalam pengawalan jalannya proses politik agar berjalan sebagaimana mestinya dan mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan lainnya.

Belakangan ini muncul istilah dari gagasan seorang  pengamat gerakan pemuda/mahasiswa terhadap fenomena gerakan pemuda/mahasiswa saat ini yaitu Gerakan Post-Modernisme dan Gerakan Konvensional. Gerakan Konvensional dianalogikan sebagai gerakan pola lama yang mendahulukan pendekatan emosional, reaktif, kebanggan kelompok, dsb yang dianggap kurang menghasilkan dampak nyata ke masyarakat. Sedangkan gerakan Post-Modernisme lebih diidentikkan sebagai gerakan perlawanan terhadap pola-pola konvensional yaitu mendahulukan dampak nyata dan kontribusi nyata (langsung) suatu gerakan pada masyarakat. Gerakan Post Modernisme tidak mengedepankan golongan bahkan mengganggap usang terhadap gerakan-gerakan yang masih mengedepankan golongannya. Bermunculannya berbagai komunitas, forum, club, dsb, yang berisi para pemuda dengan berbagai tujuan pula adalah sebagai indikator gerakan postmo. Fenomena ini sebagai pertanda bahwa gerakan post modernisme tumbuh dikalangan pemuda meskipun  belum tentu tahu makna gerakan itu sendiri.

Kondisi saat ini memang memperlihatkan gerakan mahasiswa konvensional menitik beratkan pada pengkaderan atau penanaman ideologi. Hal ini wajar pasca reformasi gerakan-gerakan perlawanan mahasiswa memang relatif menurun dikarenakan kondisi perjuangan yang berbeda sehingga pola-pola lama yang merupakan warisan perlawanan saat masa reformasi menjadi kurang relefan dengan kondisi realitas sosial saat ini. Dengan menurunnya aspek amal sebagai warisan gerakan reformasi maka yang menonjol adalah gerakan ideologinya. Hal ini yang kemudian menjadi masalah, jika gerakan tidak segera berbenah diri.

Bagaimana KAMMI memposisikan diri?

Saat ini pemuda menghadapi berbagai tantangan penyakit yang berubah menjadi penyakit kronis. Penyakit ini muncul dari dalam dan lingkungan pemuda yaitu, hedonisme, apatisme, anarkisme dsb. Gerakan model apapun ketika pemuda telah terjangkiti maka akan susah bergerak dan cenderung destruktif. Saat ini gerakan pemuda khususnya KAMMI mempunyai tugas bagaimana melawan penyakit kronis pemuuda ini melalui gerakan pengkaderannya.

KAMMI harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan jaman, mengingat setiap jaman memiliki tantangan yang berbeda pula. Tak menutup kemungkinan bahwa gerakan yang saat ini dikategorikan sebagai gerakan modern namun menjadi gerakan konfensional dikemudian hari. Untuk itu gerakan pemuda ideal sejatinya harus sudah tertanam dalam diri  KAMMI. KAMMI tidak hanya mengedepankan aspek penanaman ideologi semata atau sebaliknya mengedepankan aspek kontribusi pada masyarakat semata, melainkan aspek penanaman ideologi (pengkaderan) selaras dengan kontribusi nyata ke masyarakat. Seimbangnya ideologi dan kontribusi maka perjuangan jadi lebih berarti, tertata dan amal yang dilakukan berefek luas dampaknya. KAMMI harus tetap eksis dengan kembali dan  menjalankan fungsi “puritan”-nya yaitu sebagai Harakatul Tajnid dan Harakatul Amal tak boleh timpang disatu sisi saja. Dengan begitu KAMMI akan terus eksis dan terus dapat berkontribusi untuk Indonesia. (ab)


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website Copyright © 2011. achmad bukhori - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger